Studio Audio Visual Puskat
  • Hubungi Kami
  • Testimoni

INDEX Artikel

Post: Jumat, 02 Juni 2006 / 0 Comments

1. Pengantar Tema ingin saya bahas ialah “konsep pluralisme dalam program siaran radio.” Untuk memulai uraian ini perlu saya sampaikan bahwa saya akan menitikberatkan perhatian saya pada konsep atau visi pluralisme yang perlu dianut dari pada bagaimana membuat program pluralisme itu dalam siaran radio. Judul yang saya ambil untuk uraian saya ini adalah “Terbuka Pada Pluralisme, Peduli Terhadap Problem Kemanusiaan.” Karena pengalaman dan pengamatan saya dalam bidang siaran mimbar agama di radio amat terbatas, saya terpaksa menyebut beberapa hal dari pengalaman saya di bidang siaran mimbar agama di televisi. 2. Masyarakat Indonesia, Masyarakat ...selengkapnya ...

Post: Jumat, 05 Mei 2006 / 0 Comments

Peristiwa Sambas, Sanggau Ledo, Ketapang, Ambon, Mataram dan lain-lainnya yang melibatkan konflik antar suku, golongan, dan umat beragama menggugah kesadaran bangsa Indonesia bahwa semangat hidup dalam kemajemukan di Indonesia ternyata masih rapuh. Bangsa Indonesia yang beragam suku dan agamanya itu ternyata masih rentan terhadap gesekan-gesekan yang berbau SARA. Akar permasalahannya belum tentu pada SARA itu sendiri. Namun karena kesempitan cara berpikir, emosi massa masih mudah dibakar dengan isyu-isyu yang berbau SARA. Mengapa dalam jaman “global elektronis” ini kita masih hidup dalam kotak-kotak kesukuan dan keagamaan? Bagaimanakah cara untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat agar mempunyai cakrawala pandang keagamaan yang lebih luas? Dalam ...selengkapnya ...

Post: Senin, 09 Mei 2005 / 0 Comments

Hari-hari pertama seluruh bioskop yang memutar film ini di seluruh ibukota Santiago de Chile dipenuhi dengan ribuan orang yang menontonnya. Di Amerika juga seperti itu, juga dalam 500 gereja yang memutar film itu, termasuk di Australia. Apalagi pemutaran itu ada dalam masa prapaska. Film ini menjadi fenomena di abad kini. Hari-hari sesudahnya, puluhan artikel bermunculan menanggapi film tersebut. Pro dan kontra ada dimana-mana. Analisa kebanyakan dibuat dari sudut isinya: teologi. Ada seorang pakar kristologi mengkritik Mel Gibson dan filmnya ini. Menurut pakar ini, ada 2 kesalahan Mel dalam mengintrepretasi misteri paska. Pertama, Mel mereduski keselamatan kristiani pada pengampunan dosa. Kedua, hal itu mengandaikan adanya hukuman pengganti dalam diri Kristus. Penderitaan ...selengkapnya ...

Post: Sabtu, 19 Maret 2005 / 0 Comments

Buku Nikolas Kazantzakis Film ‘The Last Temptation’ yang disutradarai Martin Scorcese itu dibuat berdasarkan buku yang dibuat oleh Nikolas Kazantzakis. Pada tahun-tahun itu ada perasaan spiritualitas yang luar biasa di Amerika, dan film kiranya akan membawa perubahan. Scorcese membaca buku itu bertahun-tahun. Dia sangat menyukainya dan tidak ingin merampungkan membacanya. Baru pada tahun 1979 dia sungguh selesai membacanya. Dalam buku itu kita dapat menemukan representasi Kristus yang menekankan sisi manusia kodratNya tanpa menyangkal bahwa Dia adalah Allah. Sisi keilahianNya tidak sepenuhnya memahami apa yang dibuat sisi kemanusiaanNya: bagaimana Dia harus mentransformasi diriNya dan akhirnya menjadi korban di salib. Pada seluruh ...selengkapnya ...

Post: Sabtu, 19 Maret 2005 / 0 Comments

Pada tahun 1973 ada 3 film musik tentang Yesus yang muncul di Amerika: Godspell, Godspel Road, dan JC Superstar. Kalau orang-orang Katolik terganggu oleh King of Kings, komunitas kristiani mungkin mempermasalahkan JC Supertar secara teologis. Film ini mempunyai kebebasan luar biasa dalam diri tokoh-tokohnya. Enam keputusan krusial diambil oleh si pembuat film untuk mengkombinasikan dan memperlakukan Yesus sebagai manusia dan menyangkal bahwa Dia adalah Kristus: 1. Reaksi Yesus dalam frustasi atas pandangan para murid mengenati diriNya 2. Yesus punya relasi seksual yang ambigu dengan maria Magdalena 3. Dalam beberapa hal Yesus dikelilingi oleh ketakutan dan keraguan 4. Ketika Yesus membersihkan ...selengkapnya ...

Post: Selasa, 30 November 2004 / 0 Comments

We are happy learning that community radio movement is developing in Asia region, such as Bangladesh, India, the Philippines and Indonesia. As we know, some international organizations such as Signis Asia, AR-WACC, and Ford Foundation are supporting this movement. We want to share our experience of organizing community radio in Yogyakarta, Indonesia. Puskat Audio Visual Studio together people surrounding Balai Budaya Minomartani (Village Hall of Minomartani) started a community radio in 1995. This radio was already popular among the villagers (radius 4 km) in 1995-1998. But then the local government stopped the operation in 1998 because we didn’t have a ...selengkapnya ...

Post: Selasa, 30 November 2004 / 0 Comments

Pada tahun 1995 Studio Audio Visual Puskat merintis berdirinya sebuah radio komunitas untuk melayani ajang ekspresi budaya lewat udara bagi masyarakat di sekitar Balai Budaya Minomartani dan Balai Budaya Sinduharjo. Radio ini dikenal dengan nama Radio Balai Budaya Minomartani atau Radio BBM. Radio Komunitas adalah sebuah radio yang dikelola oleh warga dan untuk warga setempat tanpa kepentingan komersial. Antara 1995-1998 Radio BBM dengan musik tune yang khas (gamelan) telah menjadi populer di antara warga desa yang tinggal dalam radius 4 km. Namun sayang, radio ini dibreidel oleh pemerintah, karena tak punya ijin frekuensi. Pada tahun 1999-2000, karena didesak oleh kebutuhan warga, ...selengkapnya ...