Studio Audio Visual Puskat
  • Hubungi Kami
  • Testimoni
Mengikuti Jejak St. Fransiskus Xaverius (3 VCD : 8 epsd)
Harga: Rp 50.000,00
Deskripsi: Daftar DVD Produksi SAV Puskat bisa diunduh di menu Download Area
Dilihat: 1464

Sinopsis Fransiskus Xaverius I

Tokoh idola memainkan peran penting dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya kaum muda. Peran utamanya terletak justru pada perjuangan dan kesaksian hidupnya di dunia yang sepatutnya menjadi teladan. Kita mengenal tokoh Gandhi, Simon Bolivard, dsb. Gereja Katolik mengenal Fransiskus Xaverius sebagai salah satu orang kudus. Kita berharap bahwa tokoh yang pernah datang ke Indonesia ini mampu menjiwai kita, dan meningkatkan hidup beriman kita.

Pada bagian I ini kita menelusuri hidup Fransiskus mulai dari tanah kelahiran Xavier (Spanyol) dalam mencari jalan guna menemukan tempat hidupnya di muka bumi ini. Dia merasa bahwa hidupnya tidak berhenti dengan menjadi bangsawan di istananya dan ada rencana yang lebih besar tersedia baginya. Di Paris dia mengambil keputusan besar bagi hidupnya sesudah bersahabat dengan Inigo yang kita kenal sebagai Ignasius dari Loyola. Dia merasa perlu berbekal studi untuk hidupnya kelak. Di Roma dia menetap untuk sementara karena keinginannya untuk pergi ke Tanah Suci terhambat berhubungan dengan adanya perang Turki.

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran agama, psikologi (menumbuhkan motivasi), seni budaya.

Ada sejumlah hal bisa didiskusikan sebagai pendalaman. Apa yang memotivasi kita dalam hidup (studi, karya)? Apa saja godaan dalam hidup (studi, karya) dan bagaimana suka dukanya? Keputusan mendasar apa yang pernah kita ambil dalam hidup ini?

 

Sinopsis Fransiskus Xaverius II

Tokoh idola memainkan peran penting dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya kaum muda. Peran utamanya terletak justru pada perjuangan dan kesaksian hidupnya di dunia yang sepatutnya menjadi teladan. Kita mengenal tokoh Gandhi, Simon Bolivard, dsb. Gereja Katolik mengenal Fransiskus Xaverius sebagai salah satu orang kudus. Kita berharap bahwa tokoh yang pernah datang ke Indonesia ini mampu menjiwai kita, dan meningkatkan hidup beriman kita.

Pada bagian II ini kita melanjutkan perjalanan Fransiskus Xaverius. Secara tidak sengaja, karena temannya sakit, dia diminta untuk menggantikannya pergi ke Asia. Indialah tempat singgah pertamanya; anak-anak dan penderitaan orang miskin telah menumbuhkan cinta di dalam hatinya. Sesudah India, dia masuk Malaka. Di Malaka dia hidup dalam kesederhanaan, tapi dia masih dapat bergembira sehingga dia mendapat sebutan ‘alegre’ – si gembira. Kemudian dia pergi ke Maluku dan bersahabat dengan orang-orang dari berbagai budaya dan agama. Di tempat terpencil ini dia justru merasakan dalamnya persahabatannya dengan rekan-rekannya yang jauh di Eropa; di sisi lain dia merasakan penghiburan berlimpah dari Tuhan

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran agama, psikologi (menumbuhkan motivasi), seni budaya.

Hal-hal yang bisa didalami dalam diskusi: pendapat anda tentang ‘di luar Gereja tidak ada keselamatan’? bagaimana sikap kita terhadap orang miskin di sekitar kita? apakah kita gembira dalam hidup? bagaimana kita bersahabat dengan orang dari berbagai golongan?

 

 

Sinopsis Fransiskus Xaverius III

Tokoh idola memainkan peran penting dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya kaum muda. Peran utamanya terletak justru pada perjuangan dan kesaksian hidupnya di dunia yang sepatutnya menjadi teladan. Kita mengenal tokoh Gandhi, Simon Bolivard, dsb. Gereja Katolik mengenal Fransiskus Xaverius sebagai salah satu orang kudus. Kita berharap bahwa tokoh yang pernah datang ke Indonesia ini mampu menjiwai kita, dan meningkatkan hidup beriman kita.

Pada bagian III ini kita melanjutkan perjalanan Fransiskus Xaverius. Di Jepang dia menjumpai sesuatu yang baru lagi: budaya. Itulah kesulitannya: dia harus belajar bahasa setempat yang khas dalam 5 bulan pertamanya, sopan-santun, dsb. Demikian pula alam yang tidak bersahabat dengannya. Berhari-hari dia berjalan melewati pegunungan dan lembah yang diselumuti salju putih. Kadang terjatuh dan kelaparan. Kakinya terluka, membengkak dan berdarah mewarnai salju. Dia menghadapi pertanyaan tentang rasa sakit dan penderitaan. Akhirnya perjalanan Fransiskus berhenti di pantai daratan Cina ketika dia menyerahkan jiwanya kepada Sang Pemberi Hidup. Perjalananannya menjadi peziarahan iman, seorang petualang tanpa tujuan menjadi seorang musafir. Sang pengembara meninggal, didampingi seorang teman dan sebuah impian.

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran agama, psikologi (menumbuhkan motivasi), seni budaya.

Hal-hal yang bisa didiskusikan: bagaimana kita menyikapi kesakitan dan penderitaan hidup kita? bagaimana iman berperan di dalamnya? Apakah impian kita dalam menjadikan hidup ini bermakna?

 

 

 

 

*/Wajib di isi
CAPTCHA Image