Studio Audio Visual Puskat
  • Hubungi Kami
  • Testimoni
Dreaming with Sudhana
Harga: Rp 25.000,00
Deskripsi: Daftar DVD Produksi SAV Puskat bisa diunduh di menu Download Area
Dilihat: 1072

 WARISAN JAMAN PRASEJARAH: Bag 1: 27 menit

Ada 1.460 buah relief pada candi Borobudur. Dari sekian banyak relief tersebut 460 diantaranya merupakan cerita tentang peziarahan seorang pemuda yang bernama Sudhana. Melihat jumlahnya yang cukup banyak itu (kira-kira sepertiga jumlah relief yang ada) kita menjadi tahu bahwa tentu cerita ini penting dan bernilai. Sudah sepantasnya perhatian kita diarahkan pada kisah Sudhana ini.

Dalam peziarahannya Sudhana melakukan perjalanan menjelajahi seluruh bumi dan lautan untuk menemui sahabat-sahabatnya yang baik guna mendapatkan kebijaksanaan. Para sahabat ini berasal dari berbagai lapisan dan golongan, baik agama dan budaya. Dalam bagian ini Sudhana menampakkan diri dalam wujud manusia untuk menemui ‘Dara’, gadis yang mengagumi dirinya. Sudhana mengajak Dara menjelajahi sejarah dan kepulauan Indonesia, menelusuri kembali kehidupan suku-suku dan zaman emas di masa lampau.

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), terutama kemasyarakatan (civic education). Tujuannya memberi latihan politik yang bertitik tolak dari kebutuhan rakyat untuk kebahagiaan bersama dan meninjau kembali sejarah. Juga memberi latihan untuk memikirkan masa depan dengan mencari jawaban sendiri akan kebutuhan kebahagiaannya berdasarkan hati nurani rakyat dan membatasi kuasa pemerintah dengan pemisahan tegas: legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Beberapa materi yang bisa dijadikan bahan diskusi: harmoni hidup manusia dan alam (dulu dan sekarang), hidup tradisional dan modernisasi, demokrasi dan otoriter. Kebudayaan dan peradaban luhur dapat dibangun dalam suasana damai dan sejahtera.                             

Program ini mendapat penghargaan Third Prize pada Festival Religion  di Italia (2000).      

 

INDONESIA MASA KINI: bagian 2 (27’)

Ada 1.460 buah relief pada candi Borobudur. Dari sekian banyak relief tersebut 460 diantaranya merupakan cerita tentang peziarahan seorang pemuda yang bernama Sudhana. Melihat jumlahnya yang cukup banyak itu (kira-kira sepertiga jumlah relief yang ada) kita menjadi tahu bahwa tentu cerita ini penting dan bernilai. Sudah sepantasnya perhatian kita diarahkan pada kisah Sudhana ini.

Pada bagian ini kita melihat proses selanjutnya dari integrasi keindonesiaan yang terdiri dari berbagai unsur, yakni agama Islam, budaya Tionghoa, dan budaya barat. Dengan karakteristiknya yang khas agama Islam memberi sumbangan bagi keindonesiaan kita. Misalnya: penyerahan diri. Budaya Tionghoa mempunyai filsafatnya tersendiri. Dimensi kesadaran diri merupakan hal yang bisa kita pelajari. Akhirnya budaya Barat datang dengan segala kemajuannya di bidang teknologi. Budaya Baru memasuki hidup kita.

Dalam film ini yang menarik adalah simbol ‘merpati’ yang ada pada t-shirt bagian depan yang dikenakan tokoh Dara. Merpati ini mempunyai warna. Setiap warna merepresentasikan setiap jaman/budayanya. Setiap tahap merpati itu hadir, dan kehadiran satu merpati tidak meniadakan merpati lainnya, sehingga kelima merpati itu ada bersama dan membentuk sebuah lingkaran. Artinya, itulah Indonesia yang satu-utuh-sempurna-lengkap-global (menyeluruh).

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), terutama kemasyarakatan (civic education).

Kita di sini bisa mendiskusikan beberapa hal, integrasi misalnya. Integrasi bukanlah sebuah keseragaman, termasuk dalam agama. Tantangan terbesar bangsa Indonesia: menjamin kelangsungan hidup yang damai dan sejahtera dalam keberagaman agama. Juga bisa dibicarakan betapa agama seringkali dipolitisasi.

Program ini mendapat penghargaan Third Prize pada Festival Religion  di Italia (2000). 

*/Wajib di isi
CAPTCHA Image