Studio Audio Visual Puskat
  • Hubungi Kami
  • Testimoni
Jumat,18 Agustus 2017 10:12 | Berita | 235 Views | 0 Comments
Pemenang Festival Film Puskat 2017 dengan tema Merawat Kebhinnekaan

PEMENANG FESTIVAL FILM PUSKAT 2017

“Merawat Kebhinnekaan”

 Setelah melewati proses penjurian pada hari Kamis 10 Agustus 2017 oleh Dewan Juri yang terdiri dari Bp. Budi Irawanto (ketua), Yoseph Anggi Noen (anggota) dan Rm. Murti Hadi Wijayanto SJ (anggota) terpilih 6 film kategori documenter dan 6 film kategori cerita dengan berbagai pertimbangan penilaian yang menjadi dasar penentuan pemenang.

KATEGORI DOKUMENTER

Juara I : HARTA KARUNG

Produksi : Semut Nakal Malang

Sutradara : Miftachul Rahman

Jury Statement: Film ini mampu menangkap kehidupan kaum marginal tanpa terjatuh pada sikap mengasihani seraya menunjukkan kegetiran hidup namun penuh harapan. Di samping itu film ini mempu member renungan bahwa ada keberagaman dalam memaknai kebahagiaan serta senantiasa ada daya hidup kaum marginal dalam bernegosiasi dengan berbagai kepentingan.

 

Juara II : OJEK LUSI

Produksi: Hore Besok Libur dan UMN

Sutradara: Winner Wijaya

Jury Statement: Film documenter ini dengan baik menunjukkan keberagaman manusia dalam merespon bencana serta bagaimana bersiasat dengan kehidupan. Kendatipun subyek dalam film ini tampak berikhtiar melupakan kepedihan bencana yang dialaminya, film ini justru mengajak penonton untuk melawan lupa terhadap bencana ekologis yang telah mengubah nasib banyak orang.

 

Juara III : DALANG SUPARMAN

Produksi: Kuda Pelangi Yogyakarta

Sutradara: Rival Ardiansyah

Jury Statement: Film documenter ini mengangkat pentingnya mewujudkan masyarakat inklusif yang tidak menjadikan keterbatasan fisik sebagai penghalang bagi mekarnya bakat maupun kreatifitas individu. Film ini juga menunjukkan peluang kesenian sebagai medan yang terbuka bagi keberagaman yang menampik sikap diskriminatif.

 

Harapan I : DONGENG PAK BAGONG

Produksi: Montase Production

Sutradara : Agustinus Dwi Nugroho

 

Harapan II : 7 km DARI PUNCAK VULCANO

Produksi:  Orca Films Yogyakarta

Sutradara: Achmad Nur Wahib

 

Harapan III:  PESAN DARI ALAS KARET

Produksi: Tarsisianografi Purwokerto

Sutradara: Caecilia Putri

  

KATEGORI CERITA

 Juara I : TAFSIR

Produksi: KOPI (komunitas pelem indie) Kaltim

Sutradara: Ahmad Faruq Wijaya

Jury Statement: Film ini menggambarkan bagaimana nilai-nilai keagamaan yang bersifat universal mampu menjadi ilham bagi pengakuan sekaligus penghargaan terhadap “liyan” yang berbeda dengan diri kita dan ajakan untuk senantiasa mencintai kehidupan. Lewat penghayatan yang baik terhadap karakter medium film pendek, pembuat film mampu menyampaikan pesan tentang keberagaman secara efektif dalam durasi yang singkat.

 

Juara II : TEPO SELIRO

Produksi: Sebelas Sinema Pictures Bandung

Sutradara: Wiwid Septiardi

Jury Statement: Film ini mampu mengangkat persoalan keberagaman yang kompleks dengan cara yang jenaka serta penuh kejutan. Lewat pendekatan yang akrab, film ini mampu menyuguhkan narasi yang gampang dikenali pertautannya dengan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi belakangan ini di tanah air.

 

Juara III : X=?

Produksi: Thomasian Theater Club Tangerang

Sutradara: Sava

Jury Statement: Film ini menawarkan pendekatan yang segar dan menarik dalam mengangkat isu keberagaman dengan menggunakan kekayaan idiom-idiom khas anak muda. Selain mengambil setting yang akrab dengan anak muda, film ini mengajak memaknai keberagaman dalam perspektif yang gampang diterima oleh kaum muda.

 

Harapan I: SUTO NELONGSO

Produksi: Sanggar Clemot

Sutradara: Untung Sularno

 

Harapan II: TAPI WAKTU TAK BISA BERSAHABAT

Produksi: Fiksi Drama Yogyakarta

Sutradara: Philippus Maiobowo & Yohanes Carol

 

Harapan III: SEBUAH PESAN

Produksi : Kalamangsa Pro Yogyakarta

Sutradara: Giwang Topo

 

 FILM SPECIAL MENTION : ”W”

Produksi: Rumah Kayu Studio Jakarta

Sutradara : Yohanes Theo

Jury Statement: Film yang satu ini mengingatkan kita akan gerakan “ Melawan Lupa”. Film ini juga mengingatkan kita bahwa masih banyak Pekerjaan RUmah yang harus diselesaikan oleh para pemimpinnegeri ini atas tragedy-tragedi kemanusiaan yang terjadi sepanjang sejarah bangsa ini. Maka meskipun film ini tidak ada di deretan para juara karena tidak memenuhi syaratyang ditentukan oleh panitia festival. Film ini tetap harus disebut dan pantas mendapatkan penghargaan “ Special Mention”, karena film ini sudah membuat kami keluarga besar SAV Puskat dan Dewan Juri tentu saja, untuk bersatu hatimenyuarakan suara keadilan, bukan atas nama dendam, tetapi sungguh ingin menyuarakan jeritan para survivor keadilan di negeri kita tercinta, INDONESIA. Maka kami memberikan penghargaan “Special Mention” untuk film berikut ini, dengan judul yang sangat pendek: “W”

Selamat untuk para pemenang. Kami menunggu karya-karya selanjutnya.

Sampai berjumpa kembali dalam FESTIVAL FILM PUSKAT tahun mendatang.

Salam Peace and Harmony!