Studio Audio Visual Puskat
  • Hubungi Kami
  • Testimoni
Senin,20 November 2017 09:29 | Berita | 24 Views | 0 Comments
SAV Puskat

 

Pagi yang cerah menghantar Mahasiswa STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Widya Yuwana Madiun memasuki kawasan Studio Audio Visual Puskat di jl. Kaliurang km 8,5. Tepatnya Kamis, 9 November, sehari jelang hari Pahlawan Nasional.Dalam kunjungannya ke SAV Puskat yang disambut oleh Romo Iswarahadi selaku Direktur SAV Puskat.

Penyambutan diterima di ruang Ruedi Hofmann, ruang nonton film, oleh Romo Iswarahadi dan FX.Tri Mulyono dengan memperkenalkan Studio Audio Visual melalui video musik (video klip) “Lentera Perdamaian” yang syairnya diciptakan oleh Romo Iswarahadi.Syair Lentera Perdamaian menggambarkan visi dan misi SAV Puskat.Sebagai lembaga komunikasi melalui media audio visual, SAV Puskat mewujudkan visi dan misinya dalam program-program video dan film untuk mewartakan kabar suka cita kepada seluruh makhluk ciptaan sekaligus bersifat inklusif.

Selain memperkenalkan SAV Puskat, Romo Iswara juga menyampaikan “materi kuliah” Katekese Audio Visual kepada Para Mahasiswa STKIP Madiun seturut disiplin ilmu mereka. Materi yang disampaikan mengacu dari buku tulisan Romo Iswarahadi sebuah antologi komunikasi Media Pewartaan Iman.Mahasiswa terpukau, “stop the ears and stop the eyes”, manggut-manggut, mendengar penjelasan yang sangat up date ini. Keterpukauan itu dilanjutkan dengan tanya jawab.

Selanjutnya para Mahasiswa STKIP yang didampingi oleh RD. Boedi Prasetya, MA diajak keliling mengenali kawasan SAV Puskat yang katanya “Aduhai,” celoteh Lusi salah seorang mahasiswa kunjungan. Namanya “Generasi Now”, belum afdol kalau belum disertai selfie, “Ntar no foto dikira hoax,” sergap Melani mahasiswi semampai dengan rambut terurai panjangnya yang selalu semangat beselfie ria. Mahasiswa berfoto bersama RD. Boedi Prasetya selaku Dosen pendampingnya di setiap sudut menarik. Di depan patung Peace and Harmony, di  panggung teater terbuka yang harus melewati “Telinga Dewa Ruci” dan begitu memasukinya menjumpai relief kisah Bima mencari Air Kehidupan kepada Dewa Ruci.“Waauw kereeen, setiap sudut yang dibuat SAV Puskat selalu ditampilkan dalam karya seni, patung, lukis/mural, relief.Semua ada cerita dan maknanya.

Tidak cukup di situ. Mahasiswa juga diajak berkunjung  mengenali studio video, bahkan merasakan nuansa film Soegija dengan property “Vry, Setopannya”.

“Puaaassss kami berkunjung ke SAV Puskat. Tidak hanya bertamu tetapi juga belajar dan mendapatkan nilai baru.” Begitu ala pamitannya Lusi selaku ketua rombongan kunjungan.

 Isi buku ada teks, ada pula sains.

See you next time, Bro and Sist.

 

Anak bambu namanya rebung.

Semoga nyambung terus Bung.

 

(FX Tri Mulyono)