Studio Audio Visual Puskat
  • Hubungi Kami
  • Testimoni
Senin,04 Juni 2018 09:14 | Berita | 89 Views | 0 Comments
3 in 1

Jumat, 31 Mei 2018 Studio Audio Visual (SAV) Puskat menutup bulan Mei dengan serangkaianacara “3 in 1” di ruang doa Indrakila kawasan SAV Puskat jalan Kaliurang km 8,5 Ngaglik Sleman.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Rm. Iswarahadi SJ selaku Direktur SAV Puskat, yang menjelaskan pentingnya kita berkumpul duduk bersama menengok kebelakang, belajar dari pendiri SAV Puskat , Rm. Ruedi Hofmann SJ. Selain itu ada juga acara pelepasan karyawan SAV Puskat (memasuki masa pensiun) Bapak Sapto Aji yang telah berkarya selama 23 tahun di SAV Puskat. Acara diakhiri “Bukber” Buka Bersama, karena kegiatan tersebut bertepatan dengan bulan puasa (Ramadhan).

1)      In Memoriam Romo Ruedi Hofmann SJ

Sepuluh tahun silam Romo Ruedi Hofmann SJ,Peletak dasar, visi SAV Puskat telah dipanggil menghadap Tuhan dalam perjalanan tugasnya di Swiss.Kami keluarga SAV Puskat berkumpul mengenang sosok Rm. Ruedi dengan menyaksikan video dokumentasi profil beliau yang sangat inspiratif, meresapkan kembali kata-kata beliau.Setelah nonton video, kami masuk dalam doa bersama yang dipimpin oleh Moti, atau Romo Murti SJ. Kemudian disambung dengan sambutan Rm. C. Putranto  SJ, selaku Ketua Harian Yayasan Pusat Kateketik (Puskat). “Studio Audio Visual Puskat terlahir dari sebuah visi yang luhur, bukan dari dan untuk tujuan profit materi,”demikian kata Rm. C. Putranta SJ dalam kata sambutannya mengenang Rm. Ruedi.“Dan kini di era membanjirnya teknologi komunikasi yang menawarkan bermacam-macam nilai, SAV Puskat dengan tetap berpegang pada visi yang telah diletakkan oleh Rm. Ruedi Hofmann SJ ditantang untuk berdiri di tengah-tengahnya tanpa terbawa arus yang menyesatkan,” imbuh Rm. C. Putranta SJ.

Bagi SAV Puskat kehadiran Romo Ruedi Hofmann SJ bukan sekedar sebagai Direktur lembaga, namun juga inspirator dan motor bagi penggerak perubahan melalui media komunikasi audio visual.Kecintaannya terhadap keutuhan alam ciptaan, perhatiannya yang besar dan begitu besar antusiasmenya terhadap pluralism melalui program-program dialog antar iman dan multi kultur, serta perhatiannya bagi kaum LKTD (Lemah, Kecil, Tertindas, Difabel) selalu menjadi ide dasar setiap kali memproduksi program audio visual.

Kini menjadi tugas dan tantangan bagi generasi penerusnya untuk terus mewujudkan visi di tengah deras derap dan kompleksnya perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi.

2)      Masa purna karya, saat menuai

Di akhir bulan Mei tahun ini Bapak Sapto Aji salah satu karyawan SAV Puskat mengakhiri masa kerjanya karena telah memasuki masa purna karya (masa kerja 23 tahun). Bapak Sapto Aji yang akrab dipanggil pak Ajik ini selalu tampil dengan sikap yang bersahaja. Baju batik lengan panjang adalah “seragam wajibnya”. Tampaknya berekspresi “monoton”, tetapi justru itulah ekspresi ketegarannya dalam suka maupun duka menjalani tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Pribadinya supel, “blusak blusuk, tlusap tlusup”, itulah gaya Pak Ajik namun toh bisa diterima di kalangan maupun di kantor manapun ketika menguruskan untuk keperluan kantor SAV Puskat. “Semua bisa diatur,” begitulah selorohnya tiap kali ditanya “kok kamu bisa?” Tentu saja dalam pengertian yang positif karena pembawaan pribadi pak Ajik yang menyenangkan dan “bebas dari kepentingan pribadi.”

3)      Berbuka puasa bersama, ungkapan syukur atas kebersamaan

Berhubung acara tersebut dilakukan bertepatan dengan masa puasa Ramadhan, maka sebagai ungkapan syukur,acara diakhiri dengan berbuka puasa bersama. Tentu saja menyelanggarakan acara berbuka puasa bersama ini bukanlah sebuah kebetulan, namun boleh dibilang “mencari dan mendapatkan kebenaran dalam kebetulan.”SAV Puskat pun merayakan hal ini dengan nikmat berbuka bersama. Ada rasa nikmat di lidah, namun juga nikmat  di hati dan rohani kami.Karena melalui berbuka bersama ini kami yang berbeda-beda keyakinan duduk dan makan minum bersama untuk saling menghargai dan menghormati cara dan penghayatan orang atas iman dan keyakinannya yang berbeda-beda. Setiap perbedaan akan melahirkan keindahannya sendiri.

Selamat beristirahat dalam kedamaian abadi di surga bagi Jiwa Romo Ruedi Hofmann.

Selamat memasuki dan mengisi ruang masa purna karya Bapak Sapto Aji.

Selamat melanjutkan perjalanan ibadah puasa bagi Saudara-Saudaraku yang menjalankannya.

Segala limpah berkah kebaikan terlimpahkan bagi kita semua yang berada di bawah kolong langit dan segala ciptaanNya.

 

(FX. Tri Mulyono)

 

Promo Domain Murah