(0)

Berita

Pekan Festival Film Puskat (FFP) 2018 Mencari Keadilan Membangun Budaya Damai

27 Oktober 2018 | Berita | YI Iswarahadi SJ | 71 Views

Pekan Festival Film Puskat 2018 diawali dengan Lomba Mewarnai dan Menggambar untuk TK–SD pada Minggu 7 Oktober 2018 yang diikuti oleh 194 peserta. Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah “Hidup Rukum dam Damai.”

Kemudian diadakan pula pertemuan para filmmaker yang filmnya masuk nominasi. Ada 12 film yang tersaring dari 76 film yang ikut serta (45 film cerita dan 31 film dokumenter). Masing-masing film nominasi diwakili oleh 2 orang. Pertemuan yang diselenggarakan di Ruang Wijayakusuma, Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta pada hari Jumat,12 Oktober 2018 dimaksudkan untuk ajang bertukar pengalaman dan saling menyemangati. Mereka sebagian besar adalah orang muda. Inilah kesempatan bagi SAV Puskat untuk terlibat dalam formasio/pembinaan orang muda. Mereka beruntung sekali bisa mengikuti aneka kegiatan selama Pekan FFP 2018.

Kedua belas film yang masuk nominasi ditonton bersama-sama, termasuk penonton dari masyarakat umum yaitu pada 12 dan 13 Oktober 2018. Pada waktu yang bersamaan di ruang yang berbeda diputar pula film-film karya SAV Puskat. Ada 4 film karya SAV Puskat: The Lantern, KaraEng Pattingalloang, Museum Kejujuran dan Tambora Tabir dari Abad Yang Lampu.  Masyarakat umum tinggal memilih mau nonton film nominasi atau film karya Puskat. Pada malam harinya, yaitu 12 dan 13 Oktober diadakan nobar film-film bioskop, yaitu “Istirahatlah Kata-kata” karya Yoseph Anggi Noen dan “Ziarah” karya BW Purbanegara.

Pada hari Sabtu 13 Oktober 2018 (pagi-siang) diadakan  Masterclass “Bahasa Visual” bersama Yudi Datau, Pengarah Sinematografi Terbaik FFI untuk film “Gie”(2005), “Dilema” (2012), dan “5cm” (2013). Acara ini dihadiri oleh 52 filmmaker muda dari berbagai tempat. Masterclass berikutnya yang bertajuk “Proses Kreatif dan Pemasaran Film” diselenggarakan pada Minggu 14 Oktober 2018 (09.00 – 12.30) bersama BW Purbanegara (Penulis Naskah, Sutradara dan Produser Film “Ziarah”). Acara ini diikuti dengan antusias oleh 40 filmmaker muda  dari berbagai daerah.

Puncak Perayaan FFP 2018 terjadi pada Minggu 14 Oktober 2018 jam 18.00-21.30 di lapangan Peace and Harmony, SAV Puskat Sinduharjo. Acara yang dipandu oleh MC, mbak Martha Sasongko itu dihadiri oleh lebih dari 100 orang yang terdiri dari para filmmaker, tamu undangan (romo, suster, bruder, frater, mitra kerja, para tetua desa Jaban, pensiunan karyawan SAV), para wartawan, volunteer, dan panitia. Secara khusus sejak FFP yang pertama pada 2015 Romo Kamilus Pantus Pr (Sekretaris Eksekutif Komsos KWI) juga hadir.  Selain ada sambutan dari Direktur SAV dan Ketua Panitia FFP 2018 (Rm. Murti), acara dimeriahkan oleh tari-tarian dari Balai Budaya Sinduharjo dan Balai Budaya Minomartani; musik dan lagu dari Rani Sakustik dan Krisna Encik yang melantunkan lagu-lagu tentang kesetaraan jender dan kritik sosial.

Setelah pengumuman pemenang FFP 2018 yang disampaikan oleh Bu Endang Mulyaningsih (Ketua Dewan Juri) diadakan pemutaran film juara I kategori dokumenter dan film juara I kategori film cerita. Berikut ini urutan pemenangnya.

Kategori Dokumenter:

JUARA  I                   :  LEWAT LAGU KAMI BERCERITA

Produksi                     :  DAAI TV Indonesia Jakarta

Sutradara                    :  Dony P. Herwanto

JUARA II                   : TOLE “Children on the Street”

Produksi                      : Rungu Films ISI Yogyakarta

Sutradara                    : Fuad Hilmi Hirnanda

JUARA III                 : BOCAH RAPA’I PLOK

Produksi                      : Aceh Documentary, Banda Aceh

Sutradara                    : Nursalliya Ansari B

JUARA HARAPAN I  : LUAR BIASA

Produksi                     : Horok Production Surakarta

Sutradara                    : Erika Dyah Muftiarini

JUARA HARAPAN II : KEMANAKAH PUSARAKU?

Produksi                      : RAS Pictures Brebes

Sutradara                    : Rio Saputra

JUARA HARAPAN III : LIMBAH BUDAYA

Produksi                     : Corak Sinema dan TVF 2015 ISI Surakarta

Sutradara                    : Liris Puspita

 

Kategori Film Cerita:

JUARA  I                   :  DENDANG BANTILANG

Produksi                     :  Element Creative Tanayyart Makassar

Sutradara                    :  Muhammad Ikhwan Muharram

JUARA II                   : KERTAS MERAH

Produksi                     : FFTV IKJ Jakarta

Sutradara                    : Revin Palung

JUARA III                 : 15.7 Km

Produksi                    :  Becuas Film Yogyakarta

Sutradara                    : Rian Apriansyah

JUARA HARAPAN I : SEPATU SEPTU

Produksi                      : Sebelas Sinema Pictures Bantul Yogyakarta

Sutradara                    : Wiwid Septiardi

JUARA HARAPAN II : SITI MADOSI GUSTI

Produksi                      : GSSTF Sumedang Jawa Barat

Sutradara                     :  Rayhan Syafiq Renaldi

JUARA HARAPAN III : UMBUL-UMBUL

Produksi                      : HIKA Production Purbalingga

Sutradara                    : Atik Alvianti

 

Keputusan ini diambil oleh Dewan Juri Yogyakarta 4 Oktober 2018. Dewan Juri terdiri dari:  Yoseph Anggi Noen (Sutradara Film “Istirahatlah Kaa-kata”, dosen Universitas Mutltimedia Nusantara), Endang Mulyaningsih, SIP, M.Hum. (Dosen Televisi dan Film, ISI Yogyakarta)  dan Murti Hadi Wijayanto SJ, MFA (Asisten Direktur, Dosen Drama pada PGSD-Universitas Sanata Dharma, Lulusan S2 Perfilman dari EICAR, Paris).

Dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan Festival Film Puskat 2018 ini  SAV Puskat (yang orang-orangnya sudah senior-senior) sengaja memilih ber-KOLABORASI dengan lebih dari 20 orang muda dari Patemon Kotabaru, Focus Minomartani, dan mahasiswa Pendikkat-USD. Rasa terimakasih kami sampaikan kepada orang-orang muda ini. yang telah bersedia menjadi volunteer di sela-sela UTS mereka.

Terimakasih disampaikan juga kepada para pendukung FFP 2018: Serikat Yesus, Penerbit PT Kanisius, Komsos KWI, Signis Indonesia, PT Pulau Intan Lestari, Rone’s, PT SidoMuncul, PT Ashaba, PT Radio Elshinta, dan DIAN-Interfidei. Semoga kaum muda terus didukung dan semakin terlibat menyumbang konten-konten positif dalam jaringan media dan digital eco-system.

Festival Film Puskat yang ke 4 ini merupakan salah satu usaha SAV Puskat mewujudkan visi-misinya untuk menciptakan kebahagiaan semua makhluk dengan menggali nilai0nilai tradisi dan spiritualitas melalui media. Sebagai Pusat Spiritualitas Media Berbudaya,  SAV Puskat masih bercita-cita untuk mengadakan festival film berikutnya. Tema-tema yang akan diangkat masih di sekitar beberapa keprihatinan ini: perjuangan mengentaskan kemiskinan,  penghargaan terhadap keberagaman, pemeliharaan keutuhan alam ciptaan, dan pengembangan budaya digital eco-system.

 

 

 

Berita Terbaru

Sinopsis Penyejuk Imani Katolik di Indosiar tanggal 2 Desember 2018

Saksikan Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu, 2 Desember 2018,  jam ...


Beberapa kegiatan Studio Audio Visual Puskat dalam rangka mewartakan semangat hidup berbangsa dan toleransi dalam keberagaman

Beberapa kegiatan SAV Puskat dalam rangka mewartakan semangat hidup berbangsa ...


Tampilan baru website SAV Puskat www.savpuskat.or.id

Pertama-tama kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para Pengunjung Website ...


Foto Terbaru

Video Terbaru