(0)

Berita

Beberapa kegiatan Studio Audio Visual Puskat dalam rangka mewartakan semangat hidup berbangsa dan toleransi dalam keberagaman

12 November 2018 | Berita | YI. Iswarahadi SJ | 165 Views

Beberapa kegiatan SAV Puskat dalam rangka mewartakan semangat hidup berbangsa dan toleransi dalam keberagaman.

1.  FESTIVAL FILM TOLERANSI:

Untuk menindaklanjuti  Festival Film Puskat (I-IV)  SAV Puskat sangat senang diajak untuk berkolaborasi dengan DIAN-Interfidei, khususnya MUKTI (Pemuda Kreatif Lintas Iman), yaitu mengadakan Festival Film Toleransi. Bentuk acaranya adalah pemutaran film dan diskusi tentang hidup berbangsa dan keberagaman. Acara digelar dari tgl 16 - 22 November 2018 di beberapa tempat, antara lain SAV Puskat, Dian-Interfidei, Novisiat OMI, dll. Yang diputar adalah film-film produksi Puskat dan film yang menang atau mendapat nominasi dalam Festival Film Puskat 2017-2018. Uraian lebih lengkap dapat dibaca pada lampiran.

2. PRODUKSI FILM DOKUMENTER "SULTAN MACHMUD RIAYAT SYAH"

SAV Puskat berkerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) melaksanakan syuting film dokumenter tentang Sultan Machmud Riayat Syah (1780-1812). Sultan ini pada tahun 2017 diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Syuting dilakukan di Kepulauan Riau (Tanjung Pinang, Pulau Penyengat, Pulau Lingga) pada tgl. 8 - 18 November 2018.  Film semacam ini dapat menjadi bahan pendidikan sejarah dan semangat kebangsaan.

Pada bulan April 2018 yang lalu dalam kerjasama SAV Puskat dengan ATL juga sudah diselesaikan sebuah film dokumenter tentang "KaraEng Pattingalloang" (Perdana Menteri Kerajaan Gowa Tallo/Sulawesi pada abad 17). Tokoh ini memiliki kemampuan diplomasi yang terbuka pada dunia internasional dan menegakkan perdamaian di antara bangsa-bansa asing yang datang berdagang di Makassar pada waktu itu. Ia juga bersahabat dengan seorang misionaris Yesuit, Alexandre de Rodes SJ). Filmnya bisa ditonton di youtube https://www.youtube.com/watch?v=XogWrOO30zc

3. SIARAN "MUSEUM KEJUJURAN" (bisa dilihat juga di youtube, tulis: film pendek museum kejujuran).

Bangsa Indonesia sedang dilanda oleh virus korupsi. Maka pertanyaan besarnya adalah masih adakah kejujuran di negeri ini? Dalam tayang kali ini akan disajikan sebuah film pendek "Museum Kejujuran" yang dibuat berdasarkan Nota Pastoral KWI 2018 yang bertema "Panggilan Gereja dalam Hidup Berbangsa: Menjadi Gereja yang Relevan dan Signifikan."  Dikisahkan ada seorang pensiunan guru teladan yang jujur dan sederhana di masa tuanya harus menghadapi kenyataan manakala melihat anak-anaknya mencapai kesuksesn, namun  mencapainya dengan cara yang tidak jujur. Kisah ini patut menjadi renunganbagi seluruh bangsa, mengapa Indonesia yang dikenal sangat religius ini toh penuh dengan virus korupsi.

Ikuti Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu,   18 November 2018,  jam 04.00 – 4.30 WIB atau 5.00 – 5.30 WITA atau 6.00 – 6.30 WIT.  Siaran ini dapat terselenggara berkat kerjasama SAV Puskat/PT Alam Media   – Komsos KWI   - SIGNIS - Paroki Purbayan – Toko Stefi - dan Indosiar.

4.  ANUGERAH KEBUDAYAAN:

Balai Budaya Minomartani yang didirikan dan diasuh oleh SAV Puskat (1990 - sekarang) telah lolos dari beberapa tahap seleksi dan akan mendapat "Anugerah Kebudayaan dari Gubernur DIY", karena telah berjasa membangun ruang kebersamaan dan melestarikan budaya. Menurut rencana, upcara penganugerahan akan dilaksanakan pada 23 November 2018 di Kepatihan Yogyakarta. Pada tahun 2018 ini ada 16 penerima anugerah kebudayaan dari Gubernur DIY (terdiri dari pribadi dan komunitas).

 

Berita Terbaru

Retret Symbolic Way dengan tema "Menjadi Kaum Religius yang Relevan dan Signifikan untuk Bangsa."

Sesi pembukaan Retret Symbolic Way untuk Bruder-suster Aneka Kongregasi (20 ...


Perayaan Festival Film Toleransi "Menghargai Manusia, Merayakan Keberagaman"

Perayaan Festival Film Toleransi berakhir kemarin Kamis, 22 November 2018. ...


Kunjungan Persahabatan Menteri Muda Komunikasi Sosial Timor Leste ke SAV Puskat Yogyakarta

Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta pada hari Kamis 15 November ...


Foto Terbaru

Video Terbaru