(0)

Berita

Retret Symbolic Way dengan tema "Menjadi Kaum Religius yang Relevan dan Signifikan untuk Bangsa."

06 Desember 2018 | Berita | YI Iswarahadi SJ | 35 Views

Sesi pembukaan Retret Symbolic Way untuk Bruder-suster Aneka Kongregasi (20 peserta: FIC, JMJ, AK, OSF, RMI, SCMM, PMY, PK, ADM, FICP) di SAV Puskat Sinduharjo, tgl. 30 Nov - 2 Des 2018 dengan pembimbing Rm Murti Hadi SJ dan Rm Iswarahadi SJ.

Dalam pembukaan retret Ki Lurah Bagong memaparkan keprihatinan negeri ini antara lain: korupsi, kerusakan lingkungan hidup, terancamnya hidup dalam keberagaman. Tema Retret Symbolic Way kali ini: "Menjadi Kaum Religius yang Relevan dan Signifikan untuk Bangsa."

Setelah pembukaan, sesi berikutnya adalah Ziarah Makna. Para peserta mengadakan renungan berdasarkan cerita mural (gambar dinding) dan relief yang ada di kompleks SAV Puskat Sinduharjo. Cerita-cerita itu berasal dari berbagai tradisi agama. Misalnya: cerita tentang semangat solidaritas dari kelinci putih dan tiga sabahatnya (tradisi agama Budha), semangat solidaritas dari seorang musafir di padang gurun (tradisi agama Islam), Dewi Sinta atau Ibu Bumi (tradisi agama Hindu) yang bicara tentang kerusakan lingkungan hidup, kisah perjumpaan Bima dengan Dewa Ruci dan kisah Joko Tarub dan Nawang Wulan (Kejawen), dll. Di setiap perhentian kisah-kisah itu diceritakan kembali, lalu ada renungan, dan disambung sharing pengalaman/refleksi dari peserta. Kemudian ditutup dengan percakapan di Ruang Doa Keberagaman untuk mengambil buah rohani dari proses ziarah makna.

Setelah diberikan pengarahan tentang "retret symbolic way" pada malam hari pertama, pagi-pagi benar pada hari kedua para peserta mengadakan "immersion" dalam keheningan di lereng Merapi selama 1 jam: berdoa di tengah alam, mencari simbol diri, mencari pewahyuan ilahi. Kemudian pulang dalam keheningan, sambil berefleksi untuk memetik buah-buah rohani.

Lanjutan "Retret Symbolic Way" hari kedua (1 Des 2018)secara : setelah pulang dari eksodus di lereng Merapi, para peserta berefleksi tentang pengalaman rohani yang diperoleh baik secara pribadi maupun secara berkelompok. Lalu sepanjang hari menyiapkan sebuah selebrasi iman dengan memerhatikan simbol, segi artistik, musik, dan aspek-aspek audiovisual lainnya. Petang harinya para peserta dan pembimbing mengadakan selebrasi di alam terbuka. Merayakan iman melalui jalan keindahan.

Pada hari ketiga dari "Retret Symbolic Way" dalam sesi pagi para peserta berlatih keheningan selama satu jam dengan melatih kesadaran tubuh, kesadaran akan nafas, kesadaran akan suara di sekitar, termasuk musik.
Setelah makan pagi, para peserta berefleksi tentang relvansi hidup religius dalam konteks aneka keprihatinan bangsa seperti korupsi, kerusakan lingkungan hidup, dan terancamnya hidup harmonis dalam keberagaman. Media yang dipakai adalah "Museum Kejujuran" hasil produksi kerjasama KWI dan SAV Puskat (bisa diakses dari youtube).
Menjelang penutupan retret, para peserta selama 1 jam
bermeditasi dengan melukis. Yang dilukis adalah buah-buah rohani yang diperoleh selama retret, termasuk niat-niat pembaharuan diri.

Pada hari ketiga Retret Symbolic Way, yaitu saat misa penutupan para peserta mensharingkan makna dari lukisan yang mereka buat. Lukisan-lukisan yang berisi buah-buah rohani (niat-niat/RTL) menjadi bagian dari persembahan.

Pada siang hari, 2 Des 2018, setelah misa penutup, retret ditutup. Hati yang berkobar-kobar di gunung "Tabor" harus diwartakan di dataran kehidupan sehari-hari. Beginilah wajah-wajah cerita seusai retret, baik para pesertanya maupun para pembimbingnya. Marilah kita pergi, kita diutus untuk mewartakan damai-Nya.

 

Berita Terbaru

Retret Symbolic Way dengan tema "Menjadi Kaum Religius yang Relevan dan Signifikan untuk Bangsa."

Sesi pembukaan Retret Symbolic Way untuk Bruder-suster Aneka Kongregasi (20 ...


Perayaan Festival Film Toleransi "Menghargai Manusia, Merayakan Keberagaman"

Perayaan Festival Film Toleransi berakhir kemarin Kamis, 22 November 2018. ...


Kunjungan Persahabatan Menteri Muda Komunikasi Sosial Timor Leste ke SAV Puskat Yogyakarta

Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta pada hari Kamis 15 November ...


Foto Terbaru

Video Terbaru