(0)

Berita

Renovasi dan Revitalisasi SAV Puskat

11 Juli 2019 | Berita | YI. Iswarahadi SJ | 558 Views

 

Pada tanggal 8 Januari 2019 kami telah memperoleh ijin definitif dari Pater Jendral Arturo Sosa, SJ untuk memulai renovasi dan revitalisasi SAV Puskat tahap I. Sebelumnya, tepatnya pada tanggal 21 November 2017  Pater Jendral memberi ijin sementara untuk rencana renovasi tahap I, yakni renovasi: 4 Wisma dan 8 rumah panggung terdiri dari 34 kamar, termasuk: 2 Tower air, peresapan, listrik, mekanik, landscape dan furnitur. Ijin ini menjadi definitif dan renovasi tahap I boleh dimulai karena panitia telah berhasil menggalang dana, yang dimulai sejak 6-7 April 2018 di paroki Purbayan Solo, dilanjutkan penggalangan dana di antara berbagai komunitas, paroki, lembaga dan pribadi-pribadi).  Terima kasih kepada semua pihak (baik pribadi, lembaga, komunitas, paroki), sehingga kami memperoleh ijin difinitif tersebut untuk memulai renovasi dan revitalisasi SAV Puskat tahap I. Renovasi ini dilaksanakan secara SWAKELOLA dan ditargetkan rampung dalam bulan Agustus 2019.

Gagasan dan permulaan renovasi dan revitalisasi SAV Puskat ini dimulai ketika pada bulan Februari 2017 pater Provinsial  P. Sunu Hardiyanta, S.J mengadakan visitasi kepada para Jesuit yang berkarya di bawah Yayasan Puskat Kateketik dan membicarakan hasil eksamen/evaluasi karya yang berlangsung sejak awal tahun 2016. Dari hasil eksamen karya direkomendasikan bahwa SAV Puskat adalah karya yang penting dan satu-satunya yang dimiliki Serikat Yesus Indonesia dalam bidang media audio-visual, maka harus dipertahankan dan peranannya perlu ditingkatkan.  Dari gagasan dan proses eksamen itu muncul niat mengadakan renovasi dan revitalisasi  SAV Puskat menjadi “Pusat Spiritualitas Media Berbudaya”.

Visi: Menjadi Pusat Spiritualitas Media Berbudaya

  • Menjadi pusat spiritualitas media berarti pusat ini berusaha mendayagunakan media (mediasi/sarana/alat komunikasi elektronik, media sosial, media film, tivi, internet dan media digital) sebagai sarana berkatekese secara afektif dan inkulisf berdasarkan inspirasi Roh Kudus, nilai-nilai Kabar Gembira, Tradisi dan Ajaran Gereja,  nilai-nilai luhur agama-agama lain, budaya dan kearifan lokal  bangsa Indonesia. 
  • Media berbudaya, yakni media yang berpandangan maju berkaitan dengan kebudayaan dan akal budi manusia yang beradab, memiliki pikiran yang inklusif dan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan kehidupan manusia jaman sekarang.
  • Usaha ini juga ikut menjawab keprihatinan atas kehidupan di tengah masyarakat Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan  masalah kemiskinan, bahaya radikalisme dan kerusakan lingkungan/ekologi serta memeluk budaya digital.
  • Visi dan usaha ini diteguhkan oleh Kongregasi Jendral Serikat Jesus ke 36 yang mengajak kita semua ber-KOLABORASI dalam mewujudkan pelayanan REKONSILIASI: dengan Allah, sesama dan ciptaan lain.

 

Misi dan Tujuan

Misi:

  • Memanfaatkan dan mengembangkan kawasan SAV Puskat atau “Balai Budaya Sinduharja” (demikian masyarakat sekitar mengenal SAV Puskat);
  • Mewujudkan kawasan yang menarik dan saling memberdayakan antara pengelola dan pengguna;
  • Menyediakan fasilitas bagi kegiatan pengembangan spiritualitas dan media yang berbudaya;
  • Menawarkan program-program spiritualitas media berbudaya yang integral.
  • Memberdayakan tenaga/SDM untuk meningkatkan pelayanan.

 

Tujuan:

  • Terjadinya renovasi bangunan lama sehingga  menjadi kawasan yang: bersih, nyaman, aman dan lestari (Tahap I).
  • Terjadinya pemindahan fungsi bangunan untuk lebih mendukung kebutuhan pelayanan kawasan (Tahap II).
  • Terjadinya penambahan bangunan sebagai pendukung kawasan (Tahap III).
  • Tersedianya program-program spiritualitas media berbudaya yang terintegrasi.
  • Diperolehnya kelompok-kelompok  sasaran yang dilayani sesuai dengan maksud renovasi dan revitalisasi. [Catatan tentang kelompok-kelompok sasaran: 1) Pelajar, mahasiswa, putra altar, remaja, OMK/mudika, karyawan, dll;  2)Imam/pendeta/pimpinan agama lainnya, suster/bruder/frater, tokoh agama, pengurus lembaga/yayasan, dosen/guru/katekis, dewan pastoral paroki/majelis, dll; 3) Pengusaha, eksekutif muda, pejabat, lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, penggiat media, wartawan, seniman, dll; 4) Para peziarah, komunitas kerasulan, persekutuan doa, kelompok atau sahabat  Ignatian, dll.]

Program Terintegrasi

Hal yang sangat menentukan demi tercapainya visi tersebut adalah bagaimana “Pusat Spiritualitas Media Berbudaya” menyediakan program-program yang secara tepat mau menjawab kebutuhan dan keprihatinan sesuai visi di atas. Kami merencanakan adanya program terintegrasi baik dari masing-masing karya di bawah Yayasam Pusat Kateketik: SAV=Studio Audio Visual, PPY=Pusat Pastoral Yogya, PML=Pusat Musik Liturgi, Toko Buku Puskat, LPKP = Lembaga Pengembangan Kateketik Puskat, dan IPPAK/Pendikkat (2 terakhir ini sekarang di bawah Universitas Samata Dharma). Untuk itu juga kami sangat berharap terjadi kolaborasi dan networking karya-karya di bawah Yayasan Pusat Kateketik dengan karya Serikat Yesus lainnya: karya pastoral paroki, kolese-kolese, pendidikan; perguruan tinggi, karasulan intelektual, karya penerbitan dan percetakan, karya sosial, rumah retret, rumah formatio, dll.

Melalui program-program itu kami akan mengundang lebih banyak orang datang, agar mengalami sebuah cara menghayati kerohanian (Ignatian) dengan cara-cara baru, bagaimana memeluk dunia digital bukan sekedar wacana tetapi menjadi kenyataan; membicarakan cara-cara baru hidup dalam keanekaragaman; menggali nilai-nilai budaya yang merekatkan persaudaraan, dll. Di samping mencari dan mewujudkan ide-ide baru seperti tersebut, training-training yang sampai sekarang ada tetap dilanjutkan dan ditingkatkan: seperti training audio visual untuk kaum muda, training pastoral untuk para pastor, training kesadaran bermedia, sekolah khotbah untuk para calon pastor, retret/rekoleksi audio visual untuk guru dan biarawati, pastoral counselor formation untuk para pendeta/pastor/suster/awam, dll.

Tentu saja hal-hal yang berkaitan langsung dengan media audio-visual (radio,TV, dan film) akan terus dikembangkan. Fokus kegiatan adalah membentuk manusia melalui kegiatan yang berdimensi spiritualitas, media dan budaya dengan memanfaatkan kawasan yang luas, alami dan indah. Kegiatan yang bercorak produksi media juga tetap dilayani sesuai dengan kesepakatan dengan pihak-pihak yang terkait. Kegiatan di dalam komunitas Balai Budaya Sinduharjo dan Balai Budaya Minomartani juga tidak terlepas dari visi-misi kami. Tim SAV Puskat juga tetap melayani berbagai pelatihan spiritualitas dan media di tempat-tempat lain yang mengundang kami.

 

Yogyakarta, 5 Mei 2019

Y.I. Iswarahadi SJ

 

 

 

Berita Terbaru

Sinopsis Penyejuk Imani Katolik di Indosiar tanggal 13 Oktober 2019 "Kebenaran akan Memerdekakanmu"

Ikuti Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu, 13 Oktober 2019,  jam ...


Sinopsis Penyejuk Imani Katolik di Indosiar tanggal 15 September 2019

Ikuti Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu,   15 September 2019,  jam ...


Retret Audio Visual para Suster dan Kepala Sekolah Yayasan St. Louisa Kediri di SAV Puskat Sinduharjo

Berdasarkan ilmu yang diperoleh di CREC-AVEX Lyon Prancis, Rm. Iswarahadi ...


Foto Terbaru

Video Terbaru