(0)

Berita

Pekan Komunikasi Sosial Nasional 2019 dibuka di Makassar: Catatan Harian Rm Murti dalam PKSN 2019 di Makassar

28 Mei 2019 | Berita | Murti Hadi SJ | 592 Views

 

Entah sejak kapan Pekan Komunikasi Sosial Nasional mulai mendapat perhatian yang cukup besar, bahkan sangat besar oleh Gereja Katolik di Indonesia. Dua tahun mengikuti perjalanan PKSN yang diselenggarakan oleh Komisi Komsos KWI yang dipusatkan di salah satu Keuskupan di Indonesia yang menjadi panita penyelenggaranya, terasa sekali gebyar kemeriahannya. Kemeriahan perhelatan PKSN ini ditandai dengan kehadiran para wakil komisi komsos keuskupan dari seluruh Indonesia, selain itu juga banyaknya kegiatan yang diselenggarakan dengan melibatkan banyak panitia dan peserta dari umat keuskupan penyelenggara. Kegiatan ini juga didukung oleh Kementrian Kominfo dengan menyelenggarakan Seminar Nasional yang menghadirkan nara sumber-nara sumber yang kompeten di bidangnya. Bahkan PKSN tahun 2018 yang lalu dihadiri oleh Menteri Kominfo sendiri, Rudiantara S.stat, MBA yang menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional  pada waktu itu. Tahun ini Menteri Kominfo yang berencana akan hadir lagi, terpaksa gagal hadir karena kesibukan harus menangkal arus hoax selama kerusuhan Jakarta 21-22 Mei 2019 yang lalu. Melalui Sekjen Kementrian Kominfo, Dra. R. Niken Widiastuti, M.Si yang menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional tahun ini, Bapak Menteri menyampaikan permohonan maafnya atas kelambatan jaringan internet selama hari-hari kerusuhan di Jakarta beberapa hari yang lalu. PKSN setiap tahunnya memang menjadi sebuah perayaan, sebuah pesta, ketika semua orang yang datang dari berbagai latar belakang budaya ini disuguhi aneka ragam pentas budaya setempat yang selalu menggairahkan setiap mata dan hati para pegiat Komsos ini. Di jaman tsunami hoax dan fake news ini, memang selayaknyalah PKSN di Gereja Indonesia ini mendapat perhatian yang besar untuk membangun gerakan melawan hal-hal negatif di Media Sosial ini dengan membangun kesadaran umat melalui literasi Media yang selama ini sudah diselenggarakan hampir di seluruh keuskupan yang ada di Indonesia ini.

 

Ekaristi Meriah membuka PKSN 2019 di Katedral Keuskupan Agung Makassar

Setelah terbebas dari arus kemacetan lalu lintas di Kota Makassar yang panas, sekitar pukul 15.30 pada minggu sore 26 Mei 2019, sampailah rombongan para pegiat komsos wakil-wakil keuskupan-keuskupan di Indonesia di Gereja Katedral Makassar. Di depan aula katedral para peserta PKSN 2019 ini disambut dengan tarian tradisional Makassar yang biasanya dipakai dalam menyambut tamu-tamu agung. Orang-orang muda berbaju tradisional membuat atraksi berpuisi dengan bahasa daerah dan bermain pisau dihadapan para peserta PKSN yang sibuk dengan kamera masing-masing untuk mengabadikan moment penyambutan itu. Sekjen KWI, Mgr Antonius S Bunjamin OSC didampingi RD. Kamilus Pantus sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI berjalan di depan dan menerima kalungan bunga selamat datang dari panitia. Semua peserta masuk ke aula dengan pemeriksaan ketat oleh para polisi Sabhara dari Polda Sulawesi Selatan. Para Peserta beristirahat sejenak di aula sebelum ekaristi pembukaan dimulai pukul 16.30.

Misapun dimulai, tarian daerah yang ditarikan oleh orang-orang muda mengiringi arak-arakan para Imam masuk ke dalam Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar. Gadget Umat pun tidak mau ketinggalan ikut beraksi merekam peristiwa arak-arakan para penari dan para imam, meskipun banyak wajah-wajah imam yang tidak mereka kenal. Para imam dari Keuskupan Agung Makassar ikut bergabung dalam ekaristi pembukaan PKSN ini. Lagu pembukaan yang bernuansa etnik dengan tetabuhan gendang yang meriah ikut mengiringi tarian dan perarakan para imam ini. Yang lebih menarik lagi dirigent koornya berdiri dengan kaki telanjang di atas kendang yang lebih menyerupai bedug kecil yang bertalu-talu itu.

Dalam pengantar pembukaan Ekaristi, RD Kamilus Pantus, menjelaskan bahwa PKSN di Makassar ini adalah PKSN yang ke-6 di Indonesia ini. Gagasan PKSN ini terinspirasi oleh Pekan Komunikasi di Roma yang pernah beliau ikuti ketika studi Missiologi di Roma. Dengan PKSN ini Pastor Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI ini mengajak seluruh umat Gereja Katolik untuk memanfaatkan sarana-sarana komunikasi yang sudah sangat maju ini sebagai sarana pewartaan. Pastor Kamilus juga mengajak seluruh umat katolik untuk terlibat aktif melawan kontent-kontent negative di media sosial sepert hoax, fake news, dan ujaran kebencian dengan aktif membuat kontent-kontent positif dan ikut membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia ini.

Dalam kotbahnya Mgr Antonius S Bunjamin menyadarkan umat bahwa hoax itu bukan barang baru, hoax sudah ada sejak jaman Adam dan Hawa. Hawa digodai ular dengan hoax, dengan cara memutar balikkan apa yang dikatakan Tuhan kepada Adam dan Hawa. Ular itu sangat licik dan jahat, cirinya serangannya terus menerus, belum berhenti sebelum korbannya jatuh ke dalam dosa. Para pembuat hoax itu seperti ular ini, licik dan jahat. Di akhir kotbahnya Mgr. Anton mengingatkan kita semua  untuk selalu membangun kasih di atas segalanya, membangun komunikasi atas dasar nilai-nilai Kristiani, mewartakan kebenaran dengan santun kepada sesama, dan bukan berita bohong.

Pada akhir Ekaristi, Pastor Kamilus memperkenalkan para wakil Komsos Keuskupan di Indonesia yang hadir dalam PKSN di Makassar ini, lalu Rm Vikjend Keuskupan Agung Makassar juga memperkenalkan pastor-pastor Keuskupan Agung Makassar yang hadir dalam ekaristi pembukaan itu. Dan akhirnya PKSN dibuka dengan pemukulan gendang yang lebih menyerupai bedug kecil itu oleh Mgr Anton sebagai tanda dibukanya PKSN ke-6 di Keuskupan Agung Makassar ini.

 

Nobar Film Sahabat Sejati

Setelah Ekaristi acara dilanjutkan ramah tamah di Aula Katedral Keuskupan Agung Makassar. Pada kesempatan kali ini Film ‘Sahabat Sejati’ yang diproduksi oleh Komsos KWI bekerja sama dengan SAV Puskat Yogyakarta diputar untuk nonton bareng bagi para undangan yang datang malam itu. Film ini direalisasikan dari Pesan Bapa Suci dalam surat tahunannya pada Hari Komunikasi Sedunia yang ke-53 dengan judul “Kita Adalah Sesama Anggota. (Ef 4:25). Berawal dari Komunitas Jejaring Sosial menuju Komunitas Insani. Di akhir film masih ada kotbah dari Mgr Hilarion Datus Lega, sebagai Ketua Komisi Komsos KWI, yang mengajak para pemirsa untuk mendiskusikan dan merefleksikan film pendek ini dalam rangka Hari Komunikasi Sedunia yang ke-53 tahun 2019 ini.

Setelah film selesai diputar, Rm Murti Hadi Wijayanto SJ, selaku penulis naskah dan sutradara film ini diundang ke atas panggung dan ada sedikit dialog bersama pastor pembawa acara malam itu. Sutradara menjelaskan bahwa ia terkesan dengan istilah “Pertapa Sosial” dalam Pesan Bapa Suci untuk hari Komunikasi Sedunia tahun ini. Dan itulah realita di jaman ini. Orang-orang asyik dengan gadgetnya, berteman dengan teman-teman virtualnya, tetapi lalu dirinya merasa terasing dan kesepian dengan dunia yang nyata di sekitarnya.

Hal yang menarik juga yang diangkat oleh sutradara adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Dan hoax di jaman ini menjadi semakin mengerikan karena hoax dan fake news sudah masuk ke ranah politik di Indonesia ini. Dalam film sahabat sejati ini, kisah perempuan politikus yang mengaku dipukuli orang, tetapi ternyata itu adalah hoax, karena sebenarnya ia tidak pernah dipukuli, telah mengecoh atau pura-pura terkecoh para pesohor partainya sendiri, yang dengan nyinyir awalnya menyalahkan para pemimpin negeri ini yang tidak hadir dalam setiap peristiwa kekerasan di negeri ini dan dengan sombongnya mengatakan kita membutuhkan pemimpin yang kuat, namun setelah hoax itu terbongkar mereka segara beramai-ramai cuci tangan merasa tidak terlibat dengan scenario hoax itu.

Dalam acara ramah tamah ini, selain makan dan minum yang sangat melegakan haus dan lapar, serta pelayanan yang sangat ramah dari tuan rumah, juga dihadirkan persembahan lagu-lagu rohani dan lagu daerah yang menyejukkan hati, juga persembahan tari-tarian yang membuat kita sadar bahwa kita benar-benar sedang ada di Makassar.

 

Makassar, Hari Pertama….

FX. Murti Hadi Wijayanto SJ

                                                                                                                      

 

 

Berita Terbaru

Sinopsis Penyejuk Imani Katolik di Indosiar tanggal 4 Agustus 2019 "Api yang terus berkobar"

Ikuti Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu, 4 Agustus 2019, jam ...


Festival Film Puskat ke-5 2019 kembali digelar

FESTIVAL FILM PUSKAT (ke-5) 2019 “MEMBANGUN SEMANGAT DEMOKRASI”   Saudara-saudari, Salam Sejahtera bagi ...


Sinopsis Penyejuk Imani Katolik di Indosiar tanggal 21 Juli 2019 "Kebenaran akan memerdekakanmu"

Ikuti Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu, 21 Juli 2019, jam ...


Foto Terbaru

Video Terbaru