(0)

Berita

Festival Film Puskat ke-5 2019 kembali digelar

24 Juli 2019 | Berita | Admin | 133 Views

FESTIVAL FILM PUSKAT (ke-5) 2019

“MEMBANGUN SEMANGAT DEMOKRASI”

 

Saudara-saudari, Salam Sejahtera bagi kita semua.

Studio Audio Visual (SAV) Puskat Yogyakarta dalam tahun 2019 kembali menggelar  Festival Film Puskat  atau Ruedi Hofmann Media Awards.  Inilah Festival Film yang ke-5.  Festival film yang pertama diselenggarakan oleh SAV Puskat pada tahun 2015 (Iman versus Korupsi).  Tema ini sangat keras dan membuat kita terhenyak karena di negeri yang agamis ini, justru penyakit yang paling akut adalah penyakit jiwa yang disebut Korupsi. Tahun kedua, kita mgengangkat  tema “Lingkungan Hidup”, sebuah tema yang masih relevan karena bumi sebagai rumah kita bersama sedang dalam bahaya. Tahun ketiga, kita menggali  tema “Merawat Kebinnekaan” (Sila ke 3 dari Pancasila) yang juga relevan, dan perlu terus kita lakukan.  Dalam tahun keempat (2018) tema yang kita olah bersama  adalah “Mencari Keadilan: Membangun Budaya Damai”  (Sila ke-5 dari Pancasila).

Nah, dalam tahun ke-5 ini kita akan menyoroti bagaimanakah Sila ke-4 dari Pancasila sudah kita hayati. Bunyi sila ke-4 dari Pancasila adalah “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Oleh karena itu, bumyi tema FFP yang ke-5 ini adalah “Membangun Semangat Demokrasi”.

  • Bangsa Indonesia baru saja mengadakan  perhelatan “people power” dalam bentuk Pemilu yang serentak untuk Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019.  Kita semua tahu dan ikut merasakan betapa hiiruk pikuk dan betapa keadaan tegang-panas dialami oleh anak bangsa. Alangkah baiknya, sekarang setelah Mahkamah Konstitusi mengambil keputusan final tentang capres-cawapres yang terpilih secara sah, semua anak bangsa mau bersandingan dengan hati bening mengevaluasi perhelatan itu untuk mencari cara agar proses demokrasi di negeri ini semakin matang.
  • Kemajuan teknologi komunikasi memungkinkan setiap warga Negara ikut ambil bagian dalam menyuarakan aspirasinya. Namun tak jarang terjadi warga Negara terlalu bebas mengungkapkan pikirannya dan melewati batas kewajaran, sehingga ada pihak-pihak yang tersinggung. Nah bagaimana peran media dalam proses demokrasi ini dan apa batasan-batasannya agar media tidak kebablasan. Ulasan atau hal-hal yang berkaitan dengan media dan demokrasi bisa diangkat dalam film dokumenter atau film cerita.
  • Tema “Membangun Semangat Demokrasi”  ini juga bisa mengolah  contoh-contoh yang sudah menjadi tradisi dalam masyarakat untuk mengambil keputusan bersama demi kemajuan suatu desa.  Kisah-kisah nyata dalam kaitannya dengan perjuangan berdemokrasi bisa diangkat. Demikian juga cerita-cerita rakyat yang menggambarkan bahwa rakyat mempunyai “kuasa” bisa menjadi inspirasi sebuah film.
  • Tema “Membangun Semangat Demokrasi” kali ini juga terbuka untuk tema-tema yang lebih positif,  artinya ada “kabar baik” untuk masa depan negeri ini. Jika ada sebuah wilayah di negeri ini yang lebih demokratis, adil dan sejahtera karena setiap warga masyarakatnya mendapat kesempatan untuk berpartisipasi, atau tokoh-tokoh masyarakat setempat mempunyai karakter pecinta demokrasi tentu bisa masuk dalam kategori Festival Film Puskat (ke-5) 2019.  

Hanya kalau masyarakat kita mengalami proses demokrasi yang matang, budaya damai dapat kita bangun. Selamat berkompetisi untuk menyumbang bagi kesejahteraan bangsa melalui FFP (ke-5) 2019.

 

Y.I. Iswarahadi SJ

Dir. SAV Puskat

 

 

Berita Terbaru

Sinopsis Penyejuk Imani Katolik di Indosiar tanggal 4 Agustus 2019 "Api yang terus berkobar"

Ikuti Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu, 4 Agustus 2019, jam ...


Festival Film Puskat ke-5 2019 kembali digelar

FESTIVAL FILM PUSKAT (ke-5) 2019 “MEMBANGUN SEMANGAT DEMOKRASI”   Saudara-saudari, Salam Sejahtera bagi ...


Sinopsis Penyejuk Imani Katolik di Indosiar tanggal 21 Juli 2019 "Kebenaran akan memerdekakanmu"

Ikuti Penyejuk Imani Katolik, INDOSIAR, Minggu, 21 Juli 2019, jam ...


Foto Terbaru

Video Terbaru