(0)

Katalog


Harga: Rp 35.000
Deskripsi: <div align="justify"> <br><img style="margin: 0px 5px;" width="85" height="85" align="left" src="/images/upload/belajar_dr_borobudur_web.jpg" alt="" title="">SINOPSIS&nbsp;&nbsp; <br> <br>Program ini mengajak kita mengunjungi candi Borobudur secara benar dengan segala rute perjalanan dari candi Mendut dan candi Pawon, bahkan di candi Borobudur sendiri sesungguhnya ada rute perjalanan untuk sampai Nirwana. Para peziarah diundang untuk menemukan pewahyuan yang ada dalam candi-candi tersebut. Pewahyuan itu disingkap dalam berbagai ceritera yang diwujudkan dalam relief-relief dan patung yang ada. <br>Di candi Mendut kita menemukan ceritera tentang berbagai binatang. Ada kura-kura, kera dan burung Manyar. Ada Singa dan Kambing, Kucing yang menjadi pendeta dan membawa tasbih sehingga tikus-tikus takut. Ada kisah burung berkepala dua. Kisah binatang-binatang itu membantu kita melihat pertentangan-pertentangan di dalam masyarakat. <br>Di candi Borobudur kita dihadapkan pada riwayat hidup Budha. Itu dimulai sejak Sang Budha ada dalam kandungan Ratu Maya, ibundanya. Setelah menikahi Gopa, Sang Budha meninggalkan kehidupan istana dan mengembara untuk menemukan kebijaksanaan tertinggi. Kita juga bisa menjumpai kisah-kisah binatang lainnya: kelinci, burung puyuh, kijang, singa dan burung pelatuk. <br>Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), kemasyarakatan (civic education). Materi yang bisa diperdalam melalui program ini: keindahan yang terungkap dalam batu-batu pahat (relief dan patung), pewarnaan, keunikkannya; betapa kesenian mendapat tempat dan dijunjung tinggi. Segala ciptaan (alam, binatang) dihargai; betapa kita perlu memperhatikan tata penciptaan, di samping tata keselamatan tentu saja. Kita juga melihat potret kehidupan masyarakat kita melalui kisah-kisah itu. Misalnya: kesombongan, munafik dan rakus. Program ini mendapat penghargaan First Prize Feldafest (1990) dan Golden Award dari Transtel Prix Futura (1991). </div>
Dilihat: 2515


SINOPSIS  

Program ini mengajak kita mengunjungi candi Borobudur secara benar dengan segala rute perjalanan dari candi Mendut dan candi Pawon, bahkan di candi Borobudur sendiri sesungguhnya ada rute perjalanan untuk sampai Nirwana. Para peziarah diundang untuk menemukan pewahyuan yang ada dalam candi-candi tersebut. Pewahyuan itu disingkap dalam berbagai ceritera yang diwujudkan dalam relief-relief dan patung yang ada.
Di candi Mendut kita menemukan ceritera tentang berbagai binatang. Ada kura-kura, kera dan burung Manyar. Ada Singa dan Kambing, Kucing yang menjadi pendeta dan membawa tasbih sehingga tikus-tikus takut. Ada kisah burung berkepala dua. Kisah binatang-binatang itu membantu kita melihat pertentangan-pertentangan di dalam masyarakat.
Di candi Borobudur kita dihadapkan pada riwayat hidup Budha. Itu dimulai sejak Sang Budha ada dalam kandungan Ratu Maya, ibundanya. Setelah menikahi Gopa, Sang Budha meninggalkan kehidupan istana dan mengembara untuk menemukan kebijaksanaan tertinggi. Kita juga bisa menjumpai kisah-kisah binatang lainnya: kelinci, burung puyuh, kijang, singa dan burung pelatuk.
Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), kemasyarakatan (civic education). Materi yang bisa diperdalam melalui program ini: keindahan yang terungkap dalam batu-batu pahat (relief dan patung), pewarnaan, keunikkannya; betapa kesenian mendapat tempat dan dijunjung tinggi. Segala ciptaan (alam, binatang) dihargai; betapa kita perlu memperhatikan tata penciptaan, di samping tata keselamatan tentu saja. Kita juga melihat potret kehidupan masyarakat kita melalui kisah-kisah itu. Misalnya: kesombongan, munafik dan rakus. Program ini mendapat penghargaan First Prize Feldafest (1990) dan Golden Award dari Transtel Prix Futura (1991).

Berita Terbaru

Cerita dari Shelter Kampoeng Media

         Melalui tulisan ini saya mau menyampaikan cerita dari Shelter ...


Festival Film Puskat ke-7, 2021 "Stories of The Survivors The Reborn of Solidarity kembali digelar

STORIES OF THE SURVIVORS THE REBORN OF SOLIDARITY FESTIVAL FILM PUSKAT ...


Workshop Sinematografi OMK Surabaya

Workshop Sinematografi OMK Surabaya Sebanyak 50 orang OMK (Orang Muda Katolik) ...


Foto Terbaru

Video Terbaru