(0)

Berita

Ruedi Hofmann Media Awards 2022 (FFP ke-8): Merdeka Belajar, Belajar Merdeka

01 Oktober 2022 | Berita | YI. Iswarahadi SJ | 758 Views

RUEDI HOFMANN MEDIA AWARDS 2022 (FFP ke-8):

“MERDEKA BELAJAR, BELAJAR MERDEKA”

 

Latar Belakang Pemikiran:

Menurut Pembukaan UUD 1945, salah satu tugas pemerintah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sesuai pasal 31 ayat 3 UUD 1945, salah satu strategi yang harus ditempuh adalah menciptakan sistem pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan bangsa. 

Menurut UU Sisdiknas Tahun 2003, sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Untuk itu perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. 

Pembangunan masa depan bangsa Indonesia membutuhkan SDM yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, serta siap menghadapi era globalisasi. Apalagi saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan eksternal berupa hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system dengan  kemajuan teknologi, basis informasi, pengetahuan, inovasi, dan jejaring, yang menandai munculnya abad kreatif. Tantangan lainnya yang bersifat internal berupa gejala melemahnya mentalitas anak-anak bangsa sebagai dampak maraknya simpul informasi dari media sosial. Menghadapi tantangan itu semua tentu harus diimbangi dengan pendidikan yang bermutu supaya dapat menjamin tumbuh kembangnya SDM yang berkualitas, yang bisa bertindak cepat, tepat, dan mampu beradaptasi dengan baik dalam mengantisipasi sekaligus mengatasi dampak negatif dari gelombang perubahan besar tersebut.

Berdasar kondisi pendidikan di Indonesia yang masih memprihatinkan dan menimbang tantangan zaman seperti disebut di atas, Nadiem Anwaar Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), sejak dilantik pada 23 Oktober 2019 mulai mengembangkan konsep “Merdeka Belajar.”

Merdeka Belajar menjadi salah satu program untuk menciptakan suasana belajar di sekolah yang bahagia, suasana yang happy, bahagia bagi peserta didik maupun para guru. Makanya tag-nya merdeka belajar. Adapun yang melatarbelakangi di antaranya banyak keluhan para orangtua pada sistem pendidikan nasional yang berlaku selama ini. Salah satunya ialah keluhan soal banyaknya siswa yang dipatok dengan nilai-nilai tertentu.    

Konsep “Merdeka Belajar” secara singkat dapat dipersepsikan sebagai upaya untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang bebas untuk berekspresi, bebas dari berbagai hambatan terutama tekanan psikologis. Dengan memiliki kebebasan tersebut para guru lebih fokus untuk memaksimalkan pembelajaran guna mencapai tujuan (goal oriented)  pendidikan nasional, namun tetap dalam rambu kaidah kurikulum. Sementara itu, para siswa bebas untuk berekspresi selama menempuh proses pembelajaran di sekolah, namun tetap mengikuti kaidah aturan di sekolah. Siswa bisa lebih mandiri, bisa lebih banyak belajar untuk mendapatkan suatu kepandaian, dan hasil dari proses pembelajaran tersebut siswa berubah dalam hal  pengetahuan, pemahaman, sikap/karakter, tingkah laku, keterampilan, dan daya kreasinya.

Latar belakang seperti tersebut di atas menjadi dasar mengapa Ruedi Hofmann Media Awards 2022 (Festival Film Puskat/FFP ke-8) yang diselenggarakan oleh Studio Audio Visual – USD mengangkat tema “Merdeka Belajar, Belajar Merdeka.” Festival ini digelar mulai 1 Oktober s.d. 16 Desember 2022.

 

Festival film ini menjadi kesempatan bagi para pembuat film khususnya orang-orang muda untuk berkreasi secara sinematografis dalam rangka membagikan pengalaman, refleksi, dan inovasi terkait praktik pendidikan yang menganut konsep merdeka belajar. Diharapkan akan muncul karya-karya kreatif yang mengkritisi dan memberi inspirasi bagi pembaruan sistem dan praktik pendidikan yang sedang berlangsung. Dengan demikian berkat sistem pendidikan alternatif bangsa Indonesia  belajar merdeka untuk menentukan pilihannya dalam memperjuangkan kesejahteraan umum. “Merdeka Belajar, Belajar Merdeka.” Bisa jadi karya-karya yang diciptakan berupa kritik atas kurikulum yang baru ini.

 

Ketentuan Umum FFP ke-8:

 

  1. Berbeda dengan FFP sebelumnya, kali ini Panitia akan memilih 4 kelompok program maker yang potensial, antara lain diseleksi dari para peserta FFP sebelumnya tetapi belum pernah memperoleh kejuaraan (dua kelompok menggarap film cerita, dan dua kelompok menggarap film dokumenter).
  2. Empat Program Maker (kelompok pembuat film) yang terpilih didampingi oleh tim dalam proses pembuatan film sejak penyusunan naskah sampai dengan pasca produksinya melalui workshop, baik secara luring maupun daring.
  3. Empat pembuat film tersebut akan mendapat subsidi dari panitia untuk merealisasikan idenya dari proses pembuatan naskah sampai dengan editing.
  4. Setiap kelompok pembuat film yang terpilih bersedia menandatangani MoU yang mengatur kerjasama pembuatan film ini dengan Panitia FFP 2022.
  5. Setiap film yang diproduksi harus disertai dengan subtitle dalam bahasa Inggris. Durasi maksimum 10 menit.
  6. Copy right atas film tetap ada pada pembuat film, tetapi Panitia dapat mempergunakannya untuk kepentingan sosial dan pendidikan dengan memberitahu kepada pembuat film.
  7. Ketentuan khusus akan ditentukan dalam pembicaraan bersama antara Panitia dan kelompok pembuat film yang terseleksi.
  8. Empat film yang diproduksi akan ditayangkan dalam Awarding Ceremony yang  digelar pada 16 Desember 2022 secara luring dan daring.
  9. Pada akhir festival kelompok pembuat film yang telah menyelesaikan filmnya akan mendapatkan sertifikat dan piala.

 

a.n. Panitia FFP ke-8 (2022)

Y.I. Iswarahadi SJ

 

Referensi:

  1. UUD 1945 (Constitution of Republic of Indonesia, 1945)
  2. UU Sisdiknas Tahun 2003 (Undang Undang Pendidikan)
  3. Article by R. Suyato Kusumaryono dalam 

     https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/merdeka-belajar  (downloaded on 13 April 2022)

Berita Terbaru

LATIHAN BERKOMUNIKASI : Pelatihan Public Speaking untuk Kubina Sarasvita, 22-26 Januari 2024

LATIHAN BERKOMUNIKASI Pelatihan Public Speaking untuk Kubina Sarasvita, 22-26 Januari 2024           Setiap ...


PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN GURU-GURU YAYASAN KANISIUS CABANG YOGYAKARTA

PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN GURU-GURU YAYASAN KANISIUS CABANG YOGYAKARTA Laporan oleh Yoseph ...


Teater Rakyat sebagai Ruangnya para Pemberani dan Penyuara Kebenaran

Teater Rakyat sebagai Ruangnya para Pemberani dan Penyuara Kebenaran Setelah tiga ...


Foto Terbaru

Video Terbaru