(0)

Berita

NOBAR FILM TWO POPES BERSAMA YIPC

01 Maret 2023 | Berita | Wisnu dan Andre | 1036 Views

NOBAR FILM "TWO POPES" BERSAMA YIPC

Pada tanggal 25 Februari 2023 telah dilaksanakan nonton bareng film The Two Popes yang dilaksanakan oleh YIPC atau dikenal dengan Young Interfaith Peacemaker Community dan dihadiri oleh teman-teman YIPC, beberapa mahasiswa dan penonton umum. Dikoordinatori oleh Ahmad Shalahuddin Mansur sebagai perwakilan anggota YIPC.

Film The Two Popes disutradarai oleh Fernando Meirelles dan ditulis oleh Anthony McCarten berdasarkan kisah nyata persahabatan antara Paus Benediktus dan kardinal Jorge Bergoglio yang sekarang kita kenal sebagai Paus Franciscus. Bermula ketika Paus Yohanes II meninggal pada tahun 2005, seluruh kardinal dari seluruh penjuru di dunia dipanggil ke Vatikan untuk pemilihan Paus Agung baru. Ketika semua kardinal menjagokan Jorge Bergoglio dari Argentina, Joseph Ratzinger dari Jerman ‘lah yang terpilih sebagai pemimpin agama Katolik yang baru. Memasuki tahun 2012, skandal besar membuat gereja katolik dan Vatikan mengalami krisis kepercayaan dari para umat dan masyarakat dunia. Hal ini juga memposisikan Paus Benediktus dalam posisi yang buruk. Sementara di Argentina, Jorge sedang mempersiapkan surat pengunduran dirinya dan memilih menjadi pastor paroki. Namun, Tuhan tampaknya memiliki rencana lain untuk kedua kepemimpinan agama ini.

Pemimpin agama biasanya dilihat sebagai sosok yang agung dan suci tanpa dosa. Kita terkadang lupa kalau mereka juga manusia biasa dengan segala kelemahan dan gejolak pribadi. “The Two Popes” bukan film yang mengupas prinsip maupun hukum-hukum agama Katolik, melainkan sisi manusiawi dari seorang Paus Agung. Seperti halnya film-film biografi lainnya tentang pemimpin negara maupun ilmuwan yang berinovasi, film ini bercerita tentang dua orang pemimpin agama yang menghadapi kesalahan dan keraguan mereka dalam beragama.

Ketika kita berpikir mereka adalah orang-orang spesial dengan “akses” lancar berbicara dengan Tuhan, mereka terkadang juga mengalami kesesakan dan kesulitan dalam berdoa. Mereka juga bisa kesepian dan membutuhkan teman untuk berbicara dan berunding. Hal yang tak hanya dialami umat Katolik, namun semua orang yang memiliki agama dan rutinitas berdoa.

“The Two Popes” merupakan film yang sangat padat dialog dan berbagai potongan kisah sejarah dari masing-masing karakter. Terdapat banyak adegan dimana Paus Benediktus dan Kardinal Jorge menghabiskan waktu bersama dan hanya berbicara. Mereka minum wine dan makan pizza untuk makan siang mereka. Jauh dari kata ‘membosankan’, “The Two Popes” memiliki alur cerita yang membangun emosi penonton dengan komposisi yang pas. Ada sentuhan humor ringan yang akan membuat kita tertawa. Ada pula momen hangat yang akan menyentuh hati kita akan dua karakter “agung” ini. Dan pastinya momen serius dengan dialog yang intens dan membuat kita tegang. Semuanya dibawakan dengan alur naik turun yang pas dan membuat kita tidak mudah bosan. Sinematografi film “The Two Popes” mengambil beberapa footage dari berita lama, serta teknik pengambilan gambar semi dokumenter yang tampak amatir. Hal ini justru memberikan ciri khas sinematografi yang otentik dengan teknik editing yang pas.

Secara keseluruhan, “The Two Popes” merupakan film yang memperlihatkan kita sisi kemanusian seorang Paus Agung dengan eksekusi yang sempurna. Mulai dari penulisan naskah, pengarahan, casting, hingga berbagai unsur teknikal dalam film ini, semuanya berpadu menghasilkan sebuah film biografi yang otentik dan unik untuk sebuah isu yang serius.

Saat film selesai maka dilanjutkan refleksi oleh para anggota yang menyaksikan film. Refleksi tersebut sangat membangun iman dan spiritualitas mereka bahwa di agama yang lain juga memiliki kesamaan dalam menghadapi suatu permasalahan. Sehingga walau memiliki masalah yang begitu berat maka kita perlukan untuk pasrah kepada Tuhan sehingga apa yang kita jalani dapat berjalan dengan baik. Selain membahas tentang isi dalam film tersebut, Mas Ahmad juga melihat dari sudut pandang perfilm-an. Romo Murti sebagai seorang yang “expert” dalam dunia perfilm-an juga ikut menjelaskan detail-detail dari film tersebut seperti menjelaskan shoot-shoot penting dan juga arti dari shoot itu. Setelah berdiskusi, acara nobar bersama YIPC ditutup dengan foto bersama.

 

Penulis:

Wilhelmus Wisnu Mahardika*

Andreas Linggar Mahendra*

*) Penulis adalah mahasiswa PGSD USD yang sedang menjalani magang di SAV-USD

Berita Terbaru

LATIHAN BERKOMUNIKASI : Pelatihan Public Speaking untuk Kubina Sarasvita, 22-26 Januari 2024

LATIHAN BERKOMUNIKASI Pelatihan Public Speaking untuk Kubina Sarasvita, 22-26 Januari 2024           Setiap ...


PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN GURU-GURU YAYASAN KANISIUS CABANG YOGYAKARTA

PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN GURU-GURU YAYASAN KANISIUS CABANG YOGYAKARTA Laporan oleh Yoseph ...


Teater Rakyat sebagai Ruangnya para Pemberani dan Penyuara Kebenaran

Teater Rakyat sebagai Ruangnya para Pemberani dan Penyuara Kebenaran Setelah tiga ...


Foto Terbaru

Video Terbaru